Macau Online Casino_Baccarat Mobile Download_Online live casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan menonton bola
agama buat mengizinkan mereka menikah karena sudah ‘kebobolan’! Masalahnya lagi nggak cuma satu-dua pasang saja yang merengek minta dinikahkan, tapi jumlahnya sudah mencapai puluhan lho! Wah, ini jelas bukan masalah yang bisa dipandang sebelah mata lagi ya. Nih, simak dulu deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

Fix sih ini zaman benar-benar makin edan! Nggak ngerti deh waktu anak kita remaja nanti dunia bakal jadi seperti apa. Takut, miris, sedih, campur aduk deh rasanya saat tahu remaja di bawah umur sudah banyak yang hamil di luar nikah! Kok bisa? Padahal kalau dipikir-pikir, mereka tahu apa soal seks, kehamilan, dan segala yang berhubungan dengannya? Siapa yang menginspirasi mereka? Berbagai pertanyaan yang mungkin sudah ada jawabannya itu rasanya tetap tak bisa menjadikan permasalahan ini layak buat dimaklumi.

Dari puluhan pemohon dispensasi pernikahan itu, sebagian di antaranya memang sengaja akan dinikahkan lantaran orang tua mereka khawatir melihat anak-anak mereka sudah mulai menjalin hubungan. Daripada terlambat, lebih baik dinikahkan, begitu kira-kira pikir mereka. Latar belakang ini menjadi faktor mengapa para orang tua di sana juga perlu mendapat edukasi soal seks dan remaja. Bahwa pernikahan bukan satu-satunya cara mengatasi tingginya jumlah remaja yang sudah mengenal cinta-cintaan. Mereka harusnya sadar bahwa berhubungan seks di usia muda justru meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti HIV dan kanker serviks.

Jumlah 37 pasang remaja di bawah umur yang dibahas di atas itu masih di satu wilayah dan dalam kurun waktu 9 bulan saja lho. Belum yang ada di wilayah atau kota lain dan di tahun-tahun sebelumnya. Secara umum, pernikahan dini di Indonesia memang masih tergolong tinggi. Salah satu faktor pemicunya mungkin karena rendahnya edukasi seks di negara kita. Justru masih banyak orang yang khawatir pendidikan seks akan mendorong perilaku seks bebas. Padahal jika dilihat realitanya saat ini, yang terjadi malah mungkin sebaliknya. Anak-anak remaja yang tidak dibekali pengetahuan mendasar tentang seks, seringkali mengeksplorasi sendiri.

Pendidikan seks masih dianggap tabu padahal bisa membantu meningkatkan kesadaran via www.educationnews.org

Selama 9 bulan terakhir ini Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, Jawa Timur ‘kebanjiran’ permohonan dispensasi pernikahan dari 37 pasangan remaja di bawah umur! Rata-rata mereka masih berusia 13 tahun atau sedang duduk di bangku SMP. Mayoritas mengajukan dispensasi itu lantaran telah hamil di luar nikah. Kafit, Kepala Pengadilan Agama setempat membenarkan hal tersebut.

Jadi apa sih sebabnya di umur belia mereka malah sudah ‘fasih’ soal seks? Jawabannya, apalagi kalau bukan media sosial! Bebasnya akses penggunaan internet di daerah-daerah tersebutlah yang memicu terjadinya hal memilukan ini. Konten-konten yang tak layak mereka tonton bisa denga bebas diakses. Akibatnya pergaulan para remaja itu jadi kebablasan. Ditambah kurangnya pendampingan orang tua dan rendahnya literasi digital, yang semakin komplit menambah deretan penyebab kasus ini. Sedih sih, padahal kalau media sosial digunakan secara bijak malah bisa membawa manfaat bagi banyak orang.

Seperti dilansir Antara News, Kafit menyatakan kalau dari segi usia, mereka memang belum diperbolehkan menikah. Seperti yang kita tahu, UU No. 11 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan usia minimal laki-laki menikah adalah 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun. Untuk rata-rata pemohon dispensasi kebanyakan adalah warga di pelosok lereng gunung, seperti wilayah Kecamatan Gemarang, Kare, dan sekitarnya. Ini baru mengamati tren di satu kabupaten saja, belum di daerah-daerah lain di Indonesia.

Bukan, seks itu bukan hal yang tabu kok. Seks perlu diajarkan supaya anak-anak paham pentingnya menjaga organ intim mereka. Tentu saja bukan dengan cara yang vulgar, melainkan ‘dibungkus’ dengan perspektif anak-anak supaya informasi tersebut layak dibagikan kepada mereka.

Maraknya penggunaan media sosial menyebabkan anak-anak sekarang kebablasan via www.mid-day.com