bet365 download_Online betting company_Live Casino_Crown gambling

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan menonton bola

BerhenBBBaccarat Probability Tableaccarat Probability Tableaccarat Probability Tabletilah jadi people-pleaser. Tapi, bBaccarat Probability Tableukan berarti kamu benar-benar menutup diri dari saran dan kritik orang lain. Ingat, berhenti jadi people-pleaser bukan berarti kamu jadi egois dan cuek sepenuhnya sama sekitarmu. Tentu harus kamu filter kembali berbagai saran dan kritik yang membangun dan hanya sekadar ingin menjatuhkanmu.

Sering minta maaf tapi nggak berbuat salah atau sering berkata 'iya' padahal nggak setuju. Apakah kamu termasuk orang yang seperti ini? Itu adalah salah satu tanda kamu seorang people-pleaser. Dengan kata lain, kamu selalu berusaha menyenangkan orang lain bahkan rela melakukan apapun agar orang-orang di sekitarmu ngak kecewa.

Yuk kita bahas lebih jauh mengenai people-pleaser dari artikel youngontop.com ini:

Yuk baca artikel seru dan inspiratif lainnya di youngontop.com!

Seorang people-pleaser juga melibatkan orang lain dalam mengambil setiap keputusan, yakni bagaimana orang lain akan bereaksi dan apa yang diharapkan orang lain terhadap dirinya sendiri. Di sisi lain, kenyamanan dan kepercayaan dirinya juga akan bertambah lewat pernyataan dan penerimaan orang lain.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari diri atau berhenti jadi seorang people-pleaser adalah:

Kebiasaan melibatkan orang lain dalam mengambil keputusan tentu tidak boleh kamu biasakan dan biarkan, karena bisa membuat diri sendiri tidak berharga dan mudah diremehkan orang lain. Ditambah lagi jika seorang people-pleaser tidak mendapatkan validasi dari orang lain, maka dirinya akan merasa minder, bingung dan tidak pantas serta takut berekspresi karena takut dianggap aneh.

Seorang psikolog dari Amerika Serikat, Susan Newman mengatakan bahwa people-pleaser adalah seseorang yang selalu meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Jadi, hidupnya serba nggak enakan, karena yang penting orang lain senang. Padahal dirinya sendiri merasa nggak suka atau nggak setuju dengan hal yang bisa 'menyenangkan' orang lain tersebut.

Menurut Susan, hal ini bisa terjadi karena kebiasaan seseorang yang berasal dari keinginan untuk merasa dirinya penting dan mau berkontribusi untuk orang lain.