Sejarah Kuliner Indonesia Jadi Populer di「Gambling to make money」 Belanda, gara

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan menonton bola

Dalam dua dGambliGambling to maGambling to make moneykGambling to make moneye moneyng to make moneyekade selanjutnya, semakin banyak restoran Indische bermunculan. Salah satu penyebabnya, orang Belanda kelahiran Nusantara kembali ke Belanda.

“Di tahun 1930-an ada sekitar 12.000 orang Belanda yang lahir di Dutch East Indische. Setelah mereka kembali ke Belanda, mereka terus memasak dan makan sajian khas daerah koloni mereka,” sambung dia.

Baca juga: Sejak Kapan Orang Belanda Suka Makan Nasi Goreng Khas Indonesia?

Sejarah keberadaan restoran Indonesia di Belanda telah cukup lama berlangsung. Salah satu restoran Indische pertama dibangun oleh Vereeniging Oost En West (East and West Association) di The Hague, Belanda.

Indische sendiri merupakan sebutan Indonesia pada masa kolonial Belanda.

“Sebagian komunitas di Belanda secara rutin makan sajian khas East Indische (Indonesia masa kolonialisme) pada abad ke-19. Orang-orang Belanda tinggal di kota besar di East Indische,” kata Prima Nurahmi Mulyasari, MA, dari Indonesian Institute of Sciences (LIPI).

Ilustrasi nasi goreng telur Indonesia.

Hal itu ia ungkapkan kala menjadi pembicara dalam webinar "International Forum on Spice Route 2020 sesi Spice Route: A Southeast Asian Perspective", Selasa (22/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Mereka mulai memperkenalkan sajian khas Dutch East Indies. Sajian tersebut merupakan makanan Indonesia masa kolonial, sekitar 1900-an.

Mereka menyajikan rijsttafel pada anggota klub dan pengunjung. Berangsur-angsur asosiasi tersebut berubah jadi restoran seutuhnya.

ilustrasi rempah



KOMPAS.com – Belanda telah datang ke Nusantara pada abad ke-16 untuk mencari rempah. Beberapa abad kemudian, orang Belanda terpengaruh kebiasaan makan orang Indonesia.