Awas, Kekurangan Zat Besi Memengaruh「Indonesian Football」i Tumbuh Kembang Anak

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan menonton bola

JikIndonesiIndonesian Footballan Footballa di dalam tubuhnIndonesian Footballya seseorang mengalami kekurangan zat besi, maka sel darah merah yang diproduksi akan menjadi tidak sempurna atau kecil dan pucat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Hal ini dianggap mengkhawatirkan karena isu kesehatan ini berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan tentunya mempengaruhi kualitas generasi emas Indonesia. 

KOMPAS.com - Ahli mengingatkan bahwa kekurangan zat besi pada anak-anak tidak boleh dianggap sepele. Sebab, ini sangat berpengaruh di masa tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.

Luciana menjelaskan bahwa zat besi merupakan unsur sel darah merah.

Untuk diketahui, anemia tidak sama dengan tekanan darah rendah atau kurang darah.

President of Indonesian Nutrition Association (INA) sekaligus Dokter Spesialis Gizi Klinis, Dr dr Luciana B Susanto MS SpGK mengatakan bahwa selain anemia, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus serta sulit bersosialisasi.

"Untuk awal (kekurangan zat besi) tidak dijumpai anemia dulu, tetapi bisa dilihat dari pemeriksaan laboratorium hemoglobin sel darah merahnya kecil dan pucat. Sehingga, pada pemeriksaan berikutnya bisa ditemukan anemia," jelasnya.

Bahkan, di Indonesia sendiri diketahui bahwa 1 dari 3 anak ternyata mengidap anemia.

"Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensosrik dan sosial anak. Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen," kata dr Luciana dalam diskusi daring bertajuk Dukung Anak Generasi Maju Tumbuh Maksimal, Sarihusada Luncurkan SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Selain Anemia: Ketahui Penyebab dan Cara Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun (balita) tercatat mengalami anemia. Di mana 50-60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.