Roulette Chart_bodog_How to play gambling_Football Handicap app_Betting platform website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan menonton bola

NaBaccaraBaccarat bettingt bettingh, pernahkah kalBaccarat bettingian berpikir soal berapa gaji para pekerja dengan risiko pekerjaan yang cukup tinggi saBaccarat bettingMpai-sampai nyawa dijadikan taruhannya? Misalnya saja penjinak bom, petugas Tim SAR, atau pemadam kebakaran seperti Trisna. Nyatanya, beredar kabar bahwa gaji Trisna bahkan tak sampai UMK Kota Bandung lho! Sebagaimana dilaporkan Kompas, gaji Trisna hanya Rp10.000/jam. Jelas itu jumlah yang sangat tidak sebanding dengan risiko dan pengorbanan orang-orang seperti Trisna. Tapi sebelum berkomentar, ada baiknya simak dulu yuk ulasan Hipwee News & Feature berikut ini!

Hari Senin kemarin mungkin jadi hari terburuk bagi pemilik CV. Sandang Sari Textile, perusahaan pemilik gudang tekstil yang dilalap si jago merah. Sebanyak 15 unit mobil damkar dikerahkan. Api yang membakar gudang yang terletak di Jalan AH Nasution, Bandung itu awalnya sulit dipadamkan karena pusaran angin yang cukup kencang. Tapi sekitar pukul 02.30 WIB, api sudah mulai hampir padam.

Lain halnya dengan di luar negeri. Justru pekerjaan yang berisiko tinggi punya gaji yang fantastis lho. Di Australia, penyelam mutiara bisa mendapat gaji sekitar Rp100 juta untuk 2 bulan masa bekerja. Di Jepang, pekerja di pusat nuklir yang mana mereka rentan terkena radiasi dan semacamnya, bisa mengantongi Rp400 juta per bulan! Sedangkan di AS, rata-rata gaji pemadam kebakaran bisa mencapai Rp400 juta per tahunnya.

Menurut Kurnia Saputra, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan DKPB Bandung, sebagai PLH bahkan gaji Trisna tergolong besar jika dibandingkan di wilayah lain. Jika diakumulasi, Trisna bisa memperoleh gaji sekitar Rp2,4 juta per bulan. Meski begitu, jumlah tersebut bahkan tak sampai UKM Kota Bandung, yakni Rp2,8 juta! Apalagi mengingat risiko pekerjaannya yang begitu tinggi. Kurnia menambahkan, bahwa Trisna termasuk pegawai dengan kinerja baik, meski baru 8 bulan mengabdi.

Bandung baru saja berduka karena kehilangan salah satu pahlawannya. Seorang petugas pemadam kebakaran bernama Trisna Supriatna, meninggal dunia saat sedang bertugas memadamkan api yang melahap sebuah gudang tekstil di Mandalajati, Kota Bandung kemarin Senin (11/9). Rasa kehilangan dan ucapan belasungkawa disampaikan langsung oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya. Yang lebih sedihnya lagi, Trisna pergi meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berumur 14 hari. Hati warganet mana yang nggak teriris?