Biomarker Co「Introduction to Indonesia Lottery」vid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan menonton bola

IIntroduction to Indonesia Lotteryntroduction to Indonesia Lotteryrata-rata pasien Covid-19 pada anak denIntroduction to Indonesia LotteryIntroduction to Indonesia Lotterygan sindrom MIS-C terseIntroduction to Indonesia Lotterybut adalah 9 tahun, dan lebih dari 60 persen dari kasus-kasus itu terjadi pada anak-anak kulit hitam atau Latin, menurut laporan itu.

Lebih lanjut Arditi menambahkan, dalam studi tentang biomarker Covid-19 pada anak, muncul gambaran bahwa peradangan langka MIS-C sebagai penyakit autoimun, yang mana sistem kekebalan menjadi terlalu aktif dan keliru menyerang organ tubuh sendiri.

Biomarker adalah tanda biologis, yang mana dalam kasus Covid-19 pada anak yang mengalami MIS-C ini dapat menjadi tanda untuk memperkirakan tanda keparahan sindrom dan membantu mendorong keputusan pengobatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Penelitian ini dilakukan para peneliti di Cedars-Sinai Medical Center, California, Amerika Serikat.

Baca juga: Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak akibat Covid-19 Bisa Sembuh dalam 6 Bulan

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) negara bagian, sebanyak 4.404 kasus MIS-C dan 37 kematian di AS telah dilaporkan pada 15 Agustus.

Dilansir dari Medical Xpress, Selasa (1/9/2021), fokus studi ini mengamati sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C), yakni respons peradangan yang melibatkan banyak organ yang dapat terjadi beberapa minggu setelah infeksi virus corona SARS-CoV-2.

KOMPAS.com - Sebuah studi menemukan kondisi peradangan langka yang serius dapat memengaruhi anak-anak yang tertular Covid-19. Kondisi tersebut menghasilkan pola biomarker yang khas yang dapat membantu dokter memprediksi tingkat keparahan penyakit.

Baca juga: Hati-hati, Ini Gejala MIS-C pada Anak Setelah Sembuh dari Covid-19

Arditi menambahkan bahwa dampak yang tidak proporsional dari sindrom peradangan langka pada anak yang terinfeksi Covid-19 ini, yakni terkait dengan ras dan etnis.

Meski sebagian besar pasien Covid-19 dengan sindrom peradangan ini kondisinya membaik dengan serangkaian perawatan medis, namun lebih dari setengah kasus MIS-C di Amerika Serikat memerlukan ICU, bahkan kondisinya dapat mematikan.

Dalam studi ini, para peneliti memeriksa sekelompok kecil pasien Covid-19 anak untuk mengidentifikasi serangkaian jalur patogen yang berujung pada kondisi peradangan langka MIS-C, bersamaan dengan protein dalam darah yang berpotensi untuk bertindak sebagai biomarker.

"Sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kita tentang MIS-C di lingkungan saat ini, mengingat laporan meningkatnya angka anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 di AS dan kembalinya banyak siswa ke sekolah untuk semester musim gugur," kata Moshe Arditi , MD, direktur Pediatric Infectious Diseases Division di Cedars-Sinai.